jpp

Sekjen Kemensos Robben Rico Bahas Program Sekolah Rakyat di Forum JPP Promedia, Ungkap Dampaknya bagi Masyarakat Kecil

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:51 WIB
Sekjen Kemensos, Robben Rico memaparkan program sekolah rakyat kepada JPP Promedia. (Dok. Promedia)

BANDUNG, 21 JANUARI 2026 - Jaringan Pemred Promedia (JPP) menggelar forum bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico untuk berdiskusi seputar sekolah rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Acara ini digelar secara daring pada Selasa, 20 Januari 2026 malam, dan diikuti oleh pemimpin redaksi (pemred) dan perwakilan dari mitra Promedia di seluruh Indonesia.

Pada forum bertajuk 'Mengenal Sekolah Rakyat Lebih Dekat' ini, Rico menuturkan pandangannya bahwa pendidikan dapat memotong mata rantai kemiskinan di Tanah Air.

Baca Juga: Promedia Terima Kunjungan SMSI Murung Raya, Bahas Dinamika Media Online hingga Teknik SEO

"Sekolah rakyat ini salah satu program besar Presiden Prabowo yang menjadi sebuah miniatur pengentasan kemiskinan," kata Rico.

Berdasarkan tujuan itu, Rico menuturkan perencanaan yang dijalankan Kemensos dalam program prioritas Presiden Prabowo tersebut.

"Sekolah rakyat ini harapannya menjadi 'penyapu ranjau' untuk anak-anak Indonesia agar mereka bisa setara dengan saudara-saudaranya yang lain, atau dari keluarga yang mampu," terangnya.

Baca Juga: Forum JPP Promedia bersama DIKPI Kupas Ilmu Self Policing: Ilmu Kepolisian yang Ada di Setiap Aspek Kehidupan Manusia

Rico kemudian menjelaskan, Kemensos telah membuat perencanaan secara utuh agar program sekolah rakyat bisa berdampak secara nyata bagi masyarakat Indonesia.

"Kami telah membuat perencanaan terkait target yang ingin dicapai, terkhusus terkait gagasan Presiden dalam rangka memuliakan keluarga dhuafa dan warga miskin," jelasnya.

Dalam forum bersama JPP ini, Rico juga menuturkan salah satu konsep yang dijalankan dalam program sekolah rakyat yakni berupa memberikan fasilitas asrama bagi para siswa.

"Bentuknya asrama, artinya anak-anak akan masuk di sini 24 jam berada di sekolah rakyat," tuturnya.

Dalam hal ini, Rico mengungkapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pendampingan melalui kegiatan belajar di sekolah, melainkan juga untuk membentuk karakter yang baik bagi mereka.

"8 jam mereka mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah reguler, kemudian sisanya sekolah akan membentuk karakter anak-anak," ungkap Sekjen Kemensos itu.

Halaman:

Tags

Terkini