jpp

Bahas Etika Kreator, Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jatim Kupas Tuntas Penggunaan AI di EJSC Bakorwil Malang

Selasa, 21 April 2026 | 17:02 WIB
Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jatim, Arvendo bersama peserta Kupas Tuntas Penggunaan AI. (Promedia)

MALANG, 21 APRIL 2026 - Perkembangan akal imitasi (AI) kini makin banyak mengubah cara kerja di dunia media dan kreatif. Hal ini jadi topik utama dalam acara diskusi soal etika penggunaan AI bagi kreator yang diadakan di Co-Working Space EJSC Bakorwil Malang, Selasa, 21 April 2026.

Acara ini dibuka oleh Advisor East Java Super Corridor (EJSC), Andhi Prasetyo, yang mengenalkan fasilitas di tempat tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Timur sengaja membangun EJSC sebagai tempat ngumpul dan kerja bareng untuk dukung ekosistem kreatif. Selain itu, ia juga mengajak pengunjung untuk mulai peduli lingkungan.

"Kalau di sini kita harapkan memang membiasakan ramah lingkungan dengan membawa tumbler dan kotak makan sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Wartawan di Kota Bekasi Ini Beri Apresiasi Usai Terima Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Promedia: Jadi Adem, Tak Bocor saat Hujan

Andhi juga menyebutkan bahwa tempat ini punya kafe buat mendukung acara diskusi para pekerja kreatif. Selain di Malang, ruang kerja bersama ini juga sudah ada di Bojonegoro, Madiun, Jember, dan Pamekasan.

Masuk ke acara inti, materi disampaikan oleh Pemimpin Redaksi AboutMalang.com, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M.

Di depan peserta, praktisi media yang juga Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jawa Timur ini menjelaskan bagaimana AI sangat mengubah cara kita membuat konten. Pekerjaan yang dulunya butuh waktu lama seperti menyalin hasil wawancara dan menulis naskah, sekarang bisa selesai dengan sangat cepat berkat bantuan teknologi.

Baca Juga: Salah Satu Bentuk Apresiasi untuk Mitra Promedia Group, Begini Cerita Penerima Manfaat Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’

Ia lalu memberi contoh soal kemudahan membuat bahan presentasi saat ini.

"Jadi sebenarnya sekarang ini kita tidak hanya bisa membuat desain presentasi menggunakan Canva saja, tapi juga bisa menggunakan aplikasi PowerPoint dengan fitur designer," jelasnya.

Arvendo juga membandingkan cara kerja wartawan zaman dulu dengan sekarang yang sudah banyak dibantu oleh alat pintar.

"Kalau dulu kita harus record terlebih dahulu saat liputan lapangan, butuh tempat tenang, dan menulis manual dengan biaya yang relatif mahal, sekarang sudah ada TurboScribe yang memudahkan proses transkripsi, serta Gemini dan tools AI lainnya," lanjutnya.

Meski teknologi makin gampang dipakai, ia mengingatkan bahwa peran manusia sebagai pengecek hasil akhir tetap tidak bisa digantikan.

"Namun tetap ada batasnya yaitu kita sebagai korektor, karena secanggih apa pun AI tetap memiliki celah kesalahan," tambah lulusan Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang ini.

Halaman:

Tags

Terkini