jpp

Bahas Etika Kreator, Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jatim Kupas Tuntas Penggunaan AI di EJSC Bakorwil Malang

Selasa, 21 April 2026 | 17:02 WIB
Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jatim, Arvendo bersama peserta Kupas Tuntas Penggunaan AI. (Promedia)

"Apakah kita tidak boleh menggunakan AI dalam karya kita? Boleh saja, tetapi dengan batasan, misalnya hanya untuk deskriptif atau optimasi konten UMKM dengan tetap mengutamakan otoritas dan sentuhan manusia," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah kini makin ketat mengawasi unggahan di dunia maya.

"Platform media sosial sudah mulai menyoroti unggahan yang melanggar hukum di Indonesia, bahkan ada pemantauan langsung dari Kementerian Komdigi," ujarnya.

Di akhir materinya, ia memberikan pesan kuat agar kita selalu ingat aturan main saat memakai teknologi.

"Teknologi adalah alat dan etika adalah kompas," tegasnya.

Ia pun berharap pertemuan ini bisa memancing obrolan lebih jauh soal etika penggunaan AI ke depannya.

"Kita sudah seharusnya memulai diskusi tentang etika," tambahnya.

Pada sesi tanya jawab, ada peserta yang bertanya soal batasan pas saat memakai AI dalam berkarya. Menjawab hal itu, Arvendo membagi alur kerja konten jadi tiga tahap yang jelas.

"Framework-nya ada tiga tahap, yaitu pra produksi, produksi, dan pascaproduksi, di mana AI sebaiknya digunakan pada tahap pra produksi saja misalnya, atau pascaproduksi saja untuk menyempurnakan hasilnya," jelasnya.

Sebagai penutup, ia kembali menegaskan bahwa sebaik apa pun AI, teknologi ini murni cuma sebagai alat bantu dan tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia.

Halaman:

Tags

Terkini