“Kalau menggunakan seng, suhu di dalam rumah bisa jauh lebih panas,” ungkapnya.
Dari sisi ketahanan, Alduro disebut lebih unggul karena telah melalui uji kualitas oleh Sucofindo. Sementara itu, penggunaan asbes dinilai berbahaya karena partikel debunya yang berpotensi memicu penyakit serius, termasuk kanker, jika terhirup.
Alduro Berkembang saat Covid-19 dan jadi Solusi Sampah Plastik
Lebih lanjut, dijelaskan dalam forum JPP yang sama, program ini menjadi salah satu langkah untuk mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia.
Sugiarto menjelaskan, ide pengembangan produk Alduro saat itu berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya limbah plastik, khususnya sejak masa pandemi Covid-19.
Pengolahan plastik di Indonesia masih terbatas dan belum banyak perusahaan yang fokus menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi melalui konsep ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna,” tukasnya dalam forum JPP saat itu.***
Artikel Terkait
Promedia Rayakan Ulang Tahun ke-4, Teguhkan Tekad untuk Terus Berinovasi dan Melangkah Lebih Jauh
Promedia Terima Kunjungan SMSI Murung Raya, Bahas Dinamika Media Online hingga Teknik SEO
Usung Tagline ‘Mavericks and Ahead’, Promedia Teknologi Indonesia Rebranding Jadi Promedia Group hingga Perkuat Komitmen Inovasi 2026
Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis, Perangi Sampah Sambil Tingkatan Kenyamanan Hunian Jurnalis
Promedia Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD
Promedia Group Jalin Kolaborasi dengan ICCN, Wujudkan Kemandirian Para Pelaku Ekonomi Kreatif di Seluruh Indonesia