“Kalau menggunakan seng, suhu di dalam rumah bisa jauh lebih panas,” ungkapnya.
Dari sisi ketahanan, Alduro disebut lebih unggul karena telah melalui uji kualitas oleh Sucofindo. Sementara itu, penggunaan asbes dinilai berbahaya karena partikel debunya yang berpotensi memicu penyakit serius, termasuk kanker, jika terhirup.
Alduro Berkembang saat Covid-19 dan jadi Solusi Sampah Plastik
Lebih lanjut, dijelaskan dalam forum JPP yang sama, program ini menjadi salah satu langkah untuk mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia.
Sugiarto menjelaskan, ide pengembangan produk Alduro saat itu berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya limbah plastik, khususnya sejak masa pandemi Covid-19.
Pengolahan plastik di Indonesia masih terbatas dan belum banyak perusahaan yang fokus menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi melalui konsep ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna,” tukasnya dalam forum JPP saat itu.***