“Atap diganti, sudah terasa perbedaannya. Rumah terasa lebih adem, padahal saat ini di Kranji, Kota Bekasi cuaca siang hari sangat panas,” terang Indra.
Menurutnya, saat atap rumahnya masih terbuat dari asbes dan seng, ketika hujan turun terdengar cukup bising saat air jatuh di atap seng.
Selama Proses Pengerjaan Tidak Ada Kendala
Secara terpisah, Junaedi sebagai mandor yang memimpin proyek penggantian atap rumah tersebut mengatakan tidak ada kendala berarti selama proses pergantian atap.
Junaedi juga memberikan informasi bahwa atap Alduro merupakan material yang kuat dan mudah dipasang sehingga membuat proses instalasi berjalan lancar.
Baca Juga: Promedia Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD
“Kendala utama kami sebenarnya hanya cuaca. Untungnya, di Kranji Kota Bekasi saat ini cuacanya cukup bagus,” jelas Junaedi.
Selain bahan materialnya dikenal lebih kuat, tahan lama, dan terbuat dari bahan upcycle, penggunaan Alduro juga bisa tahan terhadap cuaca ekstrem serta tidak mudah pecah atau retak.
Hal itu terlihat saat proses pengerjaan, saat beberapa orang pekerja dapat berdiri bersamaan di atas atap.
“Keunggulan lainnya, dari sisi biaya, atap Alduro juga lebih ekonomis dan relatif terjangkau. Ini yang membuat banyak orang beralih ke Alduro,” tandasnya.
Artikel Terkait
Usung Tagline ‘Mavericks and Ahead’, Promedia Teknologi Indonesia Rebranding Jadi Promedia Group hingga Perkuat Komitmen Inovasi 2026
Promedia Group Raih Penghargaan di Panen Fest 2026, Berkat Komitmen Nyata Publikasi Ketahanan Pangan
Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis, Perangi Sampah Sambil Tingkatan Kenyamanan Hunian Jurnalis